Komentar Terbaru

Silahkan berkomentar

" SELAMAT DATANG DI FORUM AYAM EKOR PANJANG INDONESIA "

peta detail surabayandrfarm


Lihat surabayandrfarm.top di peta yang lebih besar

Senin, 22 Mei 2017

Toxin Binder

























































Toxin Binder ( Pengikat Racun Pada Pakan Ternak).
Dalam usaha pembuatan pakan unggas baik yang dilakukan dalam sekala industri ataupun secara sederhana, tentu menggunakan bahan bahan pertanian - biji biji an yang rawan dengan Mikotoksin. Mikotoksin adalah jenis racun yang dihasilkan dari jamur yang tumbuh dari bahan pakan, terlebih apabila kadar air dari bahan baku tergolong tinggi rusak serta disimpan dalam suhu & kelembaban yang tiada terkontrol.
Lebih jauh apabila bahan bahan ini digunakan begitu saja tanpa menyertakan elemen pengikat racun, maka kontaminasi racun mikotoksin pada ransum dapat megakibatkan penurunan konsumsi ransum, penurunan produksi, meningkatnya infeksi sekunder, kerusakan organ, penurunan sistim kekebalan tubuh dan bahkan kematian.
Maka dari itu, cara efektif untuk mengatasi bahaya mikotoksin adalah dengan cara menambahkan TOXIN BINDER dlm ransum / pakan.

Dosin penggunaan :
Kadar air ransum / bahan baku 14% dan kadar mikotoksin medium tinggi 3-5 kg per ton ransum. Semuga tulisan ini bermanfaat untuk rekan rekan.


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email  dibawah ini  :

Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :


Kamis, 03 April 2014

Sedia mesin penetas telur



Inovasi Penetas

Mesin tetas Aviamax dan Minorca diproduksi dengan menggunakan manajemen modern yang menyeluruh mulai dari proses perancangan hingga proses produksi, sehingga mesin tetas dapat dijamin kualitasnya.

Rancangan mesin tetas Aviamax dan Minorca dibuat sedemikian rupa menggunakan desain struktur rangka yang menghasilkan kekuatan yang sangat baik namun bobotnya sangat ringan. Dengan bobot yang ringan, akan diperoleh keuntungan berupa kemudahan dalam mengirim barang, memindah serta mengurangi biaya kirim.

Aviamax dan Minorca juga menggunakan bahan / material dan peralatan pilihan yang telah melalui proses penelitian dan pengujian untuk memperoleh bahan yang benar-benar sesuai.

Bahan box menggunakan MDF ( medium density fiberboard ), atau papan panel berbahan serbuk kayu yang dipadatkan dengan tekanan tinggi. MDF mempunyai keunggulan yang lebih baik dibandingkan bahan Particle board atau Multiplex yang banyak digunakan pada mesin tetas merk lain, karena kepadatan / densitasnya yang tinggi, sehingga mempunyai kekuatan dan kekakuan yang lebih baik. Dengan densitas yang tinggi, berarti konduktivitas panas menjadi rendah, dan sangat baik dalam menahan panas. Dengan demikian, struktur box dapat menggunakan bahan yang lebih tipis tanpa mengorbankan kekuatannya. MDF telah diberi lapisan khusus penolak air (water repellent), sehingga selain lebih tahan lama, juga dapat menambah kekuatan dan sifat konduktivitas panasnya.

Bahan unggul lain yang digunakan adalah aluminium profil sebagai bahan untuk rak telur, dudukan thermostat dan lis. Selain itu juga digunakan aluminium foil sebagai bahan untuk isolasi panas dan pelat pemanas darurat ( digunakan dengan lampu minyak jika listrik padam ). Bahan aluminium dikenal sangat ringan, tahan karat, awet, dan mempunyai konduktivitas panas tinggi sehingga sangat baik dalam menyalurkan dan meratakan panas pada telur.


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :
Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :

Jumat, 22 Juni 2012

Sejarah Ayam Onagadori ada di Indonesia

I REALLY LIKE THIS LINK




Berawal dari kerjasama Pemkot Surabaya - Indonesia dan Pemkot Kochi - Japan pada tanggal  17 april 1997,  Sejak dibukanya hubungan kerjasama di antara ke-dua kota tersebut. Banyak kegiatan yang ikut mewarnai kerjasama sister city Surabaya-Kochi, baik di bidang pendidikan, ekonomi, perdagangan, industri, pariwisata, maupun bidang-bidang lainnya. diantaranya pertukaran Fauna - Ayam Onagadori dari pemkot - kochi, Japan.


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :

Kamis, 31 Mei 2012

Video tentang peternakan Onagadori - Surabaya NDR Farm RCTI, TRANS TV & NET TV

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email  dibawah ini  :

Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :

Selasa, 06 Maret 2012

Kontes yang pernah diikuti dan piala yang didapatkan


I REALLY LIKE THIS LINK





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :
Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :

Kamis, 01 Maret 2012

Kliping Surabayandrfarm dari koran Agrobis, Flona, Trubus, Jawa Pos & penghargaan dari Walikota Kochi - Jepang & Walikota Surabaya

I REALLY LIKE THIS LINK



Bambang Adjie Terpilih ke 2 kali ketua KTNA Surabaya, Galery photo surabayandrfarm




Ayam Serama - malaysia

Ayam Phoenix


























Penghargaan atas keberhasilan melestarikan ayam hias ekor panjang "Onagadori" diberikan langsung oleh Mr. Yamanaka (Delegasi Kochi - Jepang) kepada Bpk. Bambang Adji P.Surabaya, 17 Februari 1999.













Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :
Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :

Rabu, 29 Februari 2012

Sejarah Onagadori - Penelitian Ilmuwan tentang unggas berekor panjang yang menakjubkan dari jepang.

I REALLY LIKE THIS LINK




Percayakah anda jika ada unggas yang memiliki ekor sepanjang 20 kaki? Para peternak dibarat daya Jepang telah membiakkan unggas ini semenjak tiga abad lalu. Seekor ayam yang indah, berevolusi dari jenis ayam domestik biasa, unggas berekor panjang biasanya berwarna hitam dan putih tetapi ada juga yang berwana merah dan hitam atau seluruhnya berwarna putih.orang jepang menamakan Onagadori dari "O" yang berarti ekor, "naga" yang berarti panjang dari "dori" yang berarti unggas. Hanya ayam jantan saja yang bisa memanjangkan ekornya. Saya adalah fisiolog burung yang adalah peranakan Jepang, meskipun perbendaharaan kata Jepang saya terbatas. saya menjadi tertarik dengan unggas berekor panjang ini saat kunjungan ke Universitas Nagoya tahun 1967, saat itu penelitian mengenai ayam ini sedang berjalan.dengan dukungan dari National Geographic Society,saya kembali lagi ke Jepang bulan april 1970 untuk mempelajari lebih dalam mengenai unggas ini.rencana saya termasuk membawa beberapa telur ayam ini ke Amerika Serikat.penetasan telur yang sukses dapat memberi peluang bagi negara Amerika Serikat memiliki agar memiliki stok bagi penelitian di bidang genetik,pertumbuhan sel,dan proses perubahannya.saya berangkat ke Jepang membayangkan gambaran yang keliru.dari foto yang pernah saya lihat mengenai ayam berekor panjang menunjukkan unggas itu bertengger di atas lampu ukir batu atau dahan pohon pinus dengan pemandangan latar pelataran sebuah kuil.dari foto ini sayaa memiliki anggapan bahwa onagadori telah menjadi peliharaan para biksu dari sekte religius tertentu.tidak begitu.saya dengan cepat menyadari bahwa ayam ini menjadi peliharaan kegemaran bagi pengagum dan penghoby,yang mana kebanyakan dari mereka tidak bisa seenaknya memajang si ekor panjang di kediaman mereka yang biasa-biasa saja ,dan maka dari itu mereka membawa piaraan mereka ke tempat-tempat yang sesuai dengan kemegahan bulu unggas mereka seperti latar belakang kuil guna diabadikan.

Keterbatasan gerak si ekor panjang 

Satu yen guna keunikan tersendiri melanda hampir seluruh peternak unggas ini.mereka berkonsentrasi untuk menciptakan perubahan warna ataupun supaya ekornya lebih panjang lagi,atau daya upaya menciptakan unggas yang dapat memenuhi kriteria spesifik penjurian dalam standard pertandingan. Ditemani oleh juru foto Eiji Miyazawa dan penterjemah Syuichi Itoh,saya melakukan perjalanan dari daerah barat daya kota Tokyo menuju kota Kochi di pulau Shikoku.Untuk bertemu dengan seseorang yang sudah berhasil mencapai suatu perubahan warna yang menakjubkan,sebuah keahlian yang disebut pembiakan eksperimental.Hampir semua Onagadori di Jepang adalah anakan dari unggasnya Masashi Kubota.Pak Kubota telah setuju untuk menginijinkan kami melihat dan mengabadikan koleksi unggasnya yang luar biasa,diternakkan selama bertahun-tahun dengan metode pembiakan selektif.Beliau membiakkan ketiga varietas utama dari si ekor panjang ini si hitam putih Shirafuji dan jenis lain yang muncul dari jenis ini,si merah hitam Akasa Onaga dan si putih salju Shiro-onaga.Pak Kubota menyimpan hampir seluruh piaraannya di gedung Onagadori Center yang baru,disebelah jalan raya dibagian kota Kochi daerah yang disebut Nankoku.Para pelancong mampir untuk minum teh dan membeli roti sandwich buatan slah satu anak perempuan Pak Kubota yang menawan.Dengan tambahan biaya 30 sen,para pelancong bisa memasuki ruangan showroom gedung itu untuk melihat koleksi si ekor panjang yang ada.Kami berjumpa dengan Pak Kubota di gedung Onagadori Center,dan dia menuntun kami melewati ruang minum teh menuju ke showroom dibelakangnya, yang di desain khusus untuk pembiakan dan untuk memamerkan koleksi unggas-unggasnya yang bernilai tersebut."Tak ada suatu rahasia mengenai pembiakan ayam berekor panjang ini", dia mengatakan kepada kami. "Siapapun orangnya dia harus meilii koleksi unggas yang baik dan mencari ayam yang tenang dan tidak terlalu gaduh, dan orang itu harus memastikan unggasnya tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terus melatih unggasnya untuk tahan terhadap kondisi terkurung".Beberapa ayam tampak di depan kami menatap dari balik kotak tinggi yang khusus di buat seukuran ayam.Sebuah pintu kaca memungkinkan kami untuk dapat melihat isi kotak sempit itu , ekor ayam itu bergulung dalam bundaran-bundaran yang dikaitkan pada cantolan didinding kotak. Terkecuali kalau perlu dilatih atau dipamerkan, ayam-ayam disimpampan terus dikotak secara konstan untuk melindungi bagian ekornya yang panjang sekali itu.Jika unggas itu menjadi sakit atau jatuh dari tempat bertenggernya, ekor panjangnya yang bagus itu bisa patah/putus.Tampak dibaris sebrangnya ayam pejantan dengan ekor penjepit menikmati kebebasan gerak yang lebih. Ayam yang dipilih untuk pembiakan biasanya mereka yang tidak tahan berada dilingkungan yang dikurung seperti didalam kotak.

Ayam bangsawan membutuhkan punggawanya.

Kami menemani Pak Kubota selagi dia mengambil seekor ayam jenis Shiro-Onaga putih untuk diajak jalan-jalan dihalaman belakang rumahnya.Beliau membopong ekor ayam itu yang panjangnya 25 kaki seperti punggawa yang mengikuti kemana rajanya berjalan, guna melindungi bulu-bulu ekor tersebut agar tidak tersangkut diantara batu-batu tajam.Di gedung Onagadori Center Pak Kubota memperlihatkan kepada kami penyimpanan telur-telur Onagadorinya, yang anehnya untuk setiap pejantan si betina akan memproduksi 2 betina.Telur-telur ini lebih kecil dibanding telur ayam biasa, yang mana sangatlah sulit untuk ditetaskan.Saya merasa sangat tersanjung ketika si pemilik memberi 30 telurnya untuk dibawah ke Amerika Serikat.Hikayat Onagadori di Jepang dimulai 200 tahun lalu, saat ayam khusus ini dikembang biakkan dari ayam lokal.Arak-arakan kebesaran feodal pada abad ke17 tampaknya memacu perkembangan setiap tahun tuan-tuan tanah harus melayani sebagai pembantu pribadi untuk shogun, hidup dengan istri mereka dan anak-anaknya di istana.Para punggawa pembawa tombak membawa senjata yang didekorasi dengan indah memimpin iring-iringan rombongan ke Edo (sekarang Tokyo).Bangsawan Yamanouchi, tuan tanah kedua dari daerah Kochi, mencari patokan penanda yang lain dari yang lain,menginginkan bulu si ekor panjang. Dia memerintahkan penghargaan  bagi ayam berekor panjang, dan menyuruh anak buahnya membuat hiasan  dari bulu si ekor panjang bagi ujung pisau tombak seremonialnya.Yang dianggap sebagai pengembang sebenarnya dari si ekor panjang adalah Riemon Takechi,yang hidup sekitar 1655 dalam pemerintahan bangsawan Yamanouchi.Sebuah monumen patung terbuat dari batu dari Takechi berdiri dekat rel kereta api listrik antara Kochi dan Nankoku.Dua ekor ayam berekor panjang dipahat disisinya menghadap ke arah kereta yang lewat.
Takechi menyibukkan diri dengan membiakkan ayam sehingga mempunyai ekor yang panjang.
Bulu ekor ayam ekor panjang di abad ke 17 kemungkinan adalah varitas Shokoku tidak lebih panjang 3 kaki.Jenis Shokoku adalah salah satu varitas yang masih bertahan keberadaannya yang lainnya varitas Minohiki,Totenko,Kuro Gashiwa,dan Ohiki - semua memiliki gen untuk memanjangkan ekornya.Tetapi unggas-unggas ini berganti bulu setiap tahunnya, dan demikianlah tidak sanggup menyamai Onagadori asli ,yang bisa mempertahankan ekor yang sama sepanjang hidupnya.

Bertahan hidup walaupun terancam oleh perang

Berakhirnya feodalisme di abad ke 19 menghapus permintaan bagi bulu ayam Onagadori.Walaupun begitu tradisi memelihara ayam ini entah bagaimana caranya menemukan secara kebetulan yaitu suatu kombinasi genetik yang mengarah kepada trah ayam berekor panjang yang asli.Tahun 1908 para peternak unggas  ini membentuk Asosiasi Pelestarian Unggas Berekor Panjang.
Baru kemudian tahun 1923 pemerintah Jepang melindungi unggas ini dengan menjadikannya sebagai obyek  Pelestarian  Alam.Masa-masa  kekacauan  akibat Perang Dunia II hampir saja memusnahkan unggas ini , tetapi kemudian asosiasi pelestarian dibangkitkan kembali,dan sebuah peraturan pemerintahan tahun 1952 mengaangkat Onagadori  sebagai sebuah Obyek Spesial Pelestarian Alam.
Hari ini populasi unggas berekor panjang di Jepang tampak disan sini, walau diseantero negri tidak lebih dari dua lusin para penggemar dan peternak unggas ini.Pengembangbiakan  unggas ini terkonsentrasi di kawasan Kochi dan sekitar daerah Ise untuk bertemu dengan Motokaka Kawanami(hal.berikut), yang memelihara Onagadori dengan tujuan utama mencapai panjang ekor secara  maksimum (hal.845 dan 854).Beliau dengan bangga memperlihatkan jenis merah dan hitam Akazasa yang megah.
"Saya memiliki stok yang sangat sedikit,"pak Kawanami menjelaskan.Tahun lalu dengan jumlah stok ini  saya hanya mendapatkan 15 telur dan hanya bisa mendapat dua betina untuk diternakkan."
Akhirnya , di kota Nagoya, kami mengunjungi  rumah apartemen Bu Isamu Kawamura, yang  memelihara unggas berekor panjang  ini dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas mereka di depan para juri pertandingan-seperti warna helai bulu,tipe gelombang ekornya dan ukuran tubuh ayam tersebut.
Pak Kawamura sedang di kantor  saat kunjungan kami tersebut,tetapi bu Kawamura sempat menunjukan  ketiga kotak tempat ayam , yang dengan jenius diletakkan di bagian  belakang flat mereka yang sempit.Pada waktu itu dua ayam jenis putih dan hitam Shirafuji tampak ada disana(gambar bawah).
Selagi kami mencicipi teh hijau di ruang tamu ,lima ayam yang telah diawetkan memandang ke arah kami.Piala-piala yang dimenangkan oleh unggas-unggas ini dipamerkan dalam sebuah almari yang sudah hampir penuh , dan sebuah sanjak yang memenangkan perlombaan sajak tingkat nasional tergantung di dinding.
"Apa para tetangga ada yang keberatan mengenai anda memelihara unggas di rumah susun ini?" saya menanyakan kepada Bu Kawamura.
"Tidak, mereka sangat pengertian.Mereka tahu bahwa saya dan suami saya sangat menyukai ayam-ayam ini. Tapi  kami kuatir suara kokok mereka saat fajar akan menggangu tetangga disekitar kami."
Setelah 5 minggu di Jepang, saya terbang kembali ke Amerika dengan 30 telur Onagadoriku yang dibungkus dalam stereofoam.
Sekarang, di laboratorium Universitas Kalifornia di kota Davis 15 ayam telah menetas dari telur-telur itu anak ayam yang berpotensi bagi suatu riset penelitian.
Hippokrates di abad ke lima sebelum masehi  mengemukakan ilmu pengetahuan mengenai embiriologi dengan beberapa deduksi yang dibuatnya berdasar penelitian dari embiro ayam.Percobaan transplantasi ayam oleh Berthold tahun 1849 adalah awal sebuah bidang ilmu yang rumit disebut endokrinologi, dan eksperimen Peyton Rous dengan ayam tahun 1911 yang pertama mendemonstrasikan peranan sebuah virus dalam penyakit tumor.
Si ekor panjang bisa juga memberikan suatu konstribusi bagi ilmu pengetahuan.

Para peneliti masih perlu banyak mempelajarinya

Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab.
Bagaimana sel spesial di folikel bulu Onagadori merespon hormon-hormon yang bersirkulasi di darah ayam?
Apakah yang akaan terjadi dengan sel-sel spesial ini jika mereka transplantasikan di jaringan ekor embrio dari ayam betina atau ayam jantan lokal?
Proses perubahan bentuk bulu ayam-gugurnya secara periodik dari bulu ekor-masih menyodorkan teka-teki utama mengenai fisiologi ayam.
Saya percaya kita harus melakukan usaha keras untuk menyelamatkan semua varitas ayam berekor panjang sehingga gen ayam tersebut dapat dilestarikan bagi keturunan dimasa mendatang.
Sementara ini, penghargaan utama bagi pelestarian dan pengembangan  ayam berekor panjang jatuh pada para penggemar ayam ini di Jepang.
Melewati  usaha mereka dengan tekun merawat ayam Onagadori, jenis ini akan terus berjaya-bahkan mempesona-para wisatawan yang bersusah payah meluangkan wakunya untuk melihat ayam yang berdiri megah ini dengan ekornya yang sangatlah panjang.TAMAT

Source : Frank X Ogasawara Ph.D Photographer Eiji Miyazawa, Black Star

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :
Klik tanda amplop di bawah ini, apabila anda ingin memberikan komentar :